Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

IMPLIKASI PEBISNIS

ADMIN MEDCOM DPP GAAS
0


 

Sumber : https://wayansupadno.com/2023/06/19/implikasi-pebisnis/


_Ilmu hikmah_



Wayan Supadno.



Jumlah pengusaha di Indonesia masih tergolong rendah 3,41% dari total penduduk 274 juta jiwa. Idealnya minimal 5%. Masih kalah dibanding Thailand 5%, Malaysia 6% dan Singapura 8%. Berdampak langsung pada banyak hal. Di antaranya ;


1. Cipta lapangan kerja.


Jika kurang pengusaha maka pengangguran berlimpah. Berbanding terbalik. Saat ini jumlah pengangguran 5,8% (BPS,2022). Setara 15 juta. Yang jadi TKI legal dan ilegal karena mencari kerja sebanyak 9 juta orang (Kemenlu).


Kalkulasi logisnya, jika tambah pengusaha 2% saja agar 5,41%. Maka 274 juta x 2% = 5,5 juta pengusaha baru. Implikasi pada serapan pengangguran jika 10 saja pekerjanya/pengusaha setara 55 juta orang. Kontan menghapus pengangguran kita.


2. Berkontribusi pajak untuk APBN.


Jika tambah pengusaha 2% setara 5,5 juta lalu mereka membayar pajak PPN, PPh, PBB, BPKB, Pajak Ekspor dan lainnya sebanyak Rp 100 miliar/pengusaha baru. APBN akan bertambah Rp 550 triliun. Tentu bisa mendongkrak infrastruktur, riset, pendidikan, kesehatan dan lainnya.


3. Mendongkrak pendapatan per kapita.


Antara jumlah pengusaha dengan pendapatan per kapita sebuah bangsa, selalu linier. Jika makin banyak pengusahanya, maka makin tinggi pendapatan per kapitanya, makin sejahtera. Karena pengangguran sebelumnya tanpa pendapatan numpang pada orang lain, lalu berpendapatan. 


Konkretnya Singapura 9% pengusahanya, pendapatan per kapita 16x lipat Indonesia. Malaysia 3x Indonesia. Jika Indonesia, pengusaha tambah 5,5 juta lagi. Pendapatannya Rp 100 juta/orang maka tambah Rp 5.500 triliun dana berputar di masyarakat.


4. Lokomotif perekonomian bangsa. 


Jika Indonesia pengusahanya tambah 2% saja atau 5,5 juta orang. Lalu mereka memberdayakan dana di bank yang saat ini parkir Rp 8.600 triliun (Presiden Jokowi). Jika mengkaryakan Rp 100 miliar/pengusaha setara mengkaryakan dana Rp 550 triliun. 


Jika produktifnya 30%. Jadi Rp 165 triliun menumbuhkan ekonomi bangsa. Implikasi lain pada pemberdayaan kekayaan alam kita. Misal lahan terlantar 18 juta hektar saat ini, parsial jadi hijau produktif. Karyawannya bisa kredit rumah, kendaraan dan lainnya.


5. Cetak devisa, memasarkan produk dalam negeri dan mendongkrak harga agar sejahtera.


Jika pengusahanya sebagian jadi eksportir. Berdampak pada penguatan devisa, untuk impor barang teknologi tinggi jadi investasi produktif, menyerap produksi dalam negeri agar harga mahal karena disebar di pasar global. Hukum ekonomi, produksi tetap, tapi permintaan banyak harga jadi naik.


Tentu masih sangat banyak lagi perannya pengusaha jika tambah 2% atau 5,5 juta lagi. Yang pasti akan memberikan multiplier effects besar sekali. Terpenting jiwa kemandirian bangsa, edukatif inovatif dan transfer teknologi. Lahir rasa kebanggaan tersendiri jika bangsanya mandiri.


Sehingga semua negara berlomba ;


1. Membangun SDM inovatif berjiwa entrepreneur, agar bernyali mengawali mandiri. Bukan rebutan bansos dan subsidi non edukatif.


2. Membangun iklim usaha agar jadi daya rangsang terlahirnya pengusaha baru, investasi nuansa inovasi.


3. Membangun riset agar terlahir inovasi membumi, agar makin tinggi daya saingnya akibat harga pokok produksi (HPP) makin rendah lagi.



Salam 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
GAMIES NEWS