Ilmu hikmah
Wayan Supadno
Sejak tahun 1995 sd 2000 an, banyak kegiatan usaha saya bernuansa perdagangan. Jadi pemasok bahan baku pabrik (vendor/supplier), eksportir dan juga memasarkan produk hasil dari pabrik (distributor/agen). Usaha seperti ini sangat cocok pagi perintis usaha, kawula muda.
Karena karakteristiknya pekat warna nuansa modal kepercayaan, modal cekakpun tetap bisa jalan. Asal bisa menjaga nama baik merek perorangan dan kapasitas mumpuni pengelolaannya. Asal bisa dipercaya maka usaha jadi lancar jaya.
Jika dikaji semua pabrik/eksportir kesukaannya kepada supplier yang bisa memenuhi kriteria 5 K dan 1 H ;
1. Kontinuitas, ini penting untuk memastikan agar tetap beroperasional jika memasok bahan baku misalnya. Misal, pabrik tidak bisa operasional meliburkan ribuan karyawannya jika boilernya tidak menyala. Konkretnya bahan bakarnya cangkang sawit dan batu bara.
2. Kualitas, perannya sangat penting karena menyangkut mutu produk akhir yang di pasarkan. Percuma mampu memproduksi jumlah banyak jika tidak bermutu lalu pasar tidak menyerap. _Cashflow_ pabrikpun terganggu lalu bisa tutup.
3. Kuantitas, jumlah yang dibutuhkan harus tepat. Tidak boleh lebih apalagi kurang. Misal, semua 5 komponen bahan bakunya, tapi jika kurang 1 bahan baku jumlah tidak cukup jadi masalah. Pabrik kertas jika batu kapur pemutih kertas tidak cukup, jadi berantakan.
4. Kecepatan, artinya dalam melayani pelanggan pabrik/eksportir. Utamanya bahan baku mudah busuk, misal buah. Waktu mempengaruhi mutu. Jadi supplier pabrik sawit atau ekstrak buah, terlambat 2 hari saja akan jadi masalah serius.
5. Ketepatan, ini menyangkut spesifikasi bahan dagangan kita. Jika spesifikasi tidak terpenuhi akan mempengaruhi mutu produk akhirnya. Bisa jadi sumber kecewa lalu merusak nama baik dan kepercayaannya. Penyebab jadi supplier prioritas.
6. Harga, jika semua aspek di atas sudah terpenuhi. Maka harga jadi pertimbangan serius. Karena kalau harga dasar bahan baku pabrik atau bahan dagangan eksportir tidak kompetitif. Berdampak linier dengan kompetitif tidaknya produk jadi yang dihasilkan untuk dipasarkan lagi.
Empiris.
Jika 5 K dan 1 H tersebut di atas terpenuhi dan sudah melekat pada memberi pelanggan baik di mata pabrik ataupun eksportir. Sangat memungkinkan tanpa modalpun usaha kita bisa jalan. Modal bisa didanai oleh hulu maupun hilirnya. Atau mungkin didanai bank umum maupun syariah.
Paling utama sebabnya, bisa menjaga karakter dan kapasitas mumpuni melaksanakan tugas di atas. Akhirnya tidak punya modal banyak pun, tapi bisa transaksi jumlah banyak juga. Otomatis bisa dapat laba banyak jangka panjang. Lalu terkumpul jadi modal sendiri, untuk investasi dan ekspansi inovasi produktif.
Salam 🇮🇩
Wayan Supadno
Pak Tani
HP 081586580630
Link Artikel :
https://wayansupadno.com/2023/06/18/maunya-eksportir-dan-industri/
