Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

SEBUTIR BENIH PEMIKIRAN, UNTUK PEMIKIR

ADMIN MEDCOM DPP GAAS
0


 


Sumber : https://wayansupadno.com/2023/06/29/sebutir-benih-pemikiran-untuk-pemikir/


_Ilmu hikmah_



Wayan Supadno.



Tiada sedikit pun maksud hati mengkritisi, apalagi menggurui kepada segenap insan alumni pascasarjana S3. Ini hanya sebutir pemikiran untuk pemikir, berbasiskan pengalaman saya pribadi. Saya tahu diri hanya seorang petani, peternak selain pebisnis dan peneliti. 


Kita tahu terlalu banyak hasil penelitian di negeri ini, yang belum membumi. Invensi hasil penelitian belum jadi inovasi, karena belum terkomersialisasi. Bukankah awal penelitian datang dari suara hati dan tujuannya agar ada manfaat nyata bagi sesama manusia maupun alam semesta ini.


Pertanyaan saya selama ini, bersifat mendasar dan besar sekali, di antaranya ;


1. Saat sebelum meneliti/riset, apakah tiada melakukan terlebih dulu intelijen pasar. Agar mudah dikomersialisasikan pada pasca penelitian sehingga invensinya mudah jadi inovasi. Kok selama ini terasa sangat sulit dikomersialisasikan, hingga teramat banyak yang menumpuk di lemari ?


2. Saat pra penelitian, apakah tiada kajian keekonomian terlebih dulu. Sehingga fisibilitasnya nyata mudah diaplikasikan di lapangan saat proses penetrasi pasar hilirisasi invensi agar jadi inovasi. Agar inovasinya jadi pemimpin pasar mengharumkan penelitinya ?


3. Saat melakukan penelitian, bukankah sangat melelahkan dan menyita banyak pengorbanan. Kenapa bukan dianggap bagian mempersiapkan mau jadi sumber kenikmatan tambah laba karena tambah kemanfaatan inovasi kita. Sayang sekali jika tidak dijadikan bisnisnya peneliti pada pasca penelitian ?


Pengalaman saya pribadi ;


1. Fisibilitas arus kas.


Sejujurnya, berkat saya bisnis formulasi dan produksi hasil penelitian saya sendiri yang saat ini banyak beredar di pasar. Yaitu Hormax, Organox, Bio Extrim dan Raja Rhizo. Sejak tahun 2009 s/d sekarang 2023, laba terkumpul tidak kurang dari Rp 60 miliar. Berkat hasil riset sendiri yang dikomersialisasikan.


2. Riwayatnya.


Tahun 2008 akhir hingga awal 2009, saya melakukan riset mandiri. Dana sendiri non APBN. Selama 6 bulan. Lalu mengurus perizinan juga 6 bulan. Tahun 2009 akhir izin edar terbit dan dilengkapi oleh uji mutu, uji efektivitas, hak kekayaan intelektual dan hak paten merek dagang.


3. Uji mutu.


Prosesnya sudah puluhan kali gagal wujud larutan dalam botol air mineral dan padat granule. Hingga saya jejer di rak banyak sekali. Di Lab. FMIPA IPB dan Lab. Biogen Balitbangtan uji mutu berulang kali gagal dan habis dana banyak. Kadang melelahkan tapi menyenangkan.


4. Uji efektivitas.


Dilakukan oleh IPB University di Kebun Percobaan Pasir Sarongge Cianjur beberapa komoditas varietas hortikultura 2 musim tanam. Begitu juga pada tanaman padi multi lokasi dan multi varietas, juga diuji. Lokasi di sawah milik IPB di Bogor dan Karawang maupun Cikarang Jawa Barat.


5. Penetrasi pasar. 


Memang pekerjaan awal komersialisasi dari invensi agar inovasi ini sangat sulit. Tak ubahnya kesulitan pilot pesawat terbang saat mau take off, bukan saat setelah mengudara. Tapi apa pun alasannya fase proses mau menikmati inovasi harus dijalani. Harus.


6. Tahapan produksi awal.


Saya sadar dan tahu diri. Tahun 2008 akhir tiada punya apa pun. Sehingga industri formulasi dan produksi Hormax, Bio Extrim dan Organox terpaksa berawal wadah drum 200 liter diaduk dengan tangan memakai paralon. Lalu karena makin banyak, ganti dengan bor listrik ujungnya direkayasa agar mutu homogen baik.


7. Tahapan produksi tumbuh.


Karena permintaan makin banyak ganti dengan tangki - tangki 20.000 liter dan dengan adukan blower menyerupai baling - baling kapal besar. Tempat pun berawal dari garasi mobil, lalu sewa gudang pindah -  pindah dan akhirnya membangun sendiri hingga saat ini.


8. Kenikmatannya.


Sejujurnya, nikmatnya bukan semata - mata karena dapat laba puluhan miliar lalu jadi rumah, biaya anak studi, kebun, ternak dan lainnya. Tapi juga nikmat bathin yang tidak ternilai. Apalagi jika pelanggan petani, sesama pabrik pupuk dikemas ulang dan perkebunan besar fanatik pesan lagi. Sekaligus mengucapkan terima kasih. 


9. Nilai kemanfaatannya.


Terasa bahagia sekali dan terasa ada manfaatnya hidup ini. Berkat jadi peneliti dan praktisi. Semoga jadi bahan pembelajaran para Insan Pembelajar, Insan Pemikir karena Alumni Pascasarjana. Pasar inovasi makin besar, seiring kesadaran para pebisnis bahwa dalam berbisnis tinggal memilih inovasi atau mati bisnisnya karena tidak kompetitif.

 

Dengan rendah hati, saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.




Salam 🇮🇩

Wayan Supadno

Pak Tani

HP 081586580630


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
GAMIES NEWS